Go to ...

RSS Feed

13/12/2018

Seni Membina Hati Yang Bersyukur (25Hb Mac)


TEKS: Mazmur 118:1
OLEH: Archdeacon Lidis Singkung

Pendahuluan
Kecenderungan dan amalan bersyukur terhalang kerana kerumitan hidup ketika kita mengenal kebaikan Allah kepada kita seni bersyukur akan terbina dalam hati kita.

1. Allah kita baik dan kasih setia Allah kekal selamanya, Maz 118:1
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

2. Dia bersama-sama kita ketika kita bertarung di tengah-tengah masalah hidup kita, Ibr 13:5-6
Janganlah kamun menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “AKu sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

3. Dengan kasih Allah menggunakan kesengsaraan untuk membina peribadi kita mirip seperti Dia, Rom 3:3-4
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Penutup
Firman Tuhan mampu membentuk hati kita cenderung bersyukur. Kesetiaan Allah ibarat matahari sentiasa bersinar meskipun awan tebal dan mendung di atas langit.

Soalan perbincangan
1. Adakah hatimu sudah cenderung untuk bersyukur (atau merungut) kepada Allah? Kongsikan.
2. Apakah pelajaran baru anda terima minggu ini?

Share Button

Tinggalkan Balasan

More Stories From Garis Kasar Khutbah