Go to ...

RSS Feed

21/03/2019

Tujuh Ucapan Terakhir Tuhan Yesus (25hb Mac)


Pendahuluan
Tujuh Ucapan Salib (Ucapan Terakhir) dihitung tujuh dengan mengumpulkan ucapan dari setiap Kitab Injil, lalu menyamakan ‘seruan dengan suara nyaring’ (Markus 15:37) itu dengan salah satu ucapan yg dikutip oleh penginjil lainnya.

UCAPAN PENGAMPUNAN DOSA
Yesus berkata: ‘Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’ Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34)

Ucapan pertama (Lukas 23:34) mengungkapkan kasih yang sama sekali di luar dugaan dan sama sekali tidak menilik jasa. Ia mendoakan tentera Roma, bahkan seperti yang diisyaratkan Petrus (Kisah 3:17), juga mendoakan para pemimpin agama Israel. Betapa banyak lagi yang terkandung dalam doa ini, hanya Yesus dan Bapa yang tahu, kepada siapa doa ini ditujukan. Dalam ucapan pertama ini Yesus bukan mengucapkan pengampunan dosa, melainkan Dia berdoa – mengajukan permohonan.

UCAPAN KESELAMATAN UNTUK MEREKA YANG BERTAUBAT
Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’ (Lukas 23:43)

Ucapan kedua ditujukan kepada penjahat yg bertaubat (Lukas 23:43), yang melihat melampaui salib suatu mahkota dan kemuliaan yang akan datang, dan yang berkata kepada Yesus,”Ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (ayat 42). Menjawab permohonan itu Yesus berkata, dengan tidak perlu menunggu berabad-abad lamanya, tapi sebelum matahari terbenam yaitu pada hari ini juga, engkau akan bersama-sama dengan Aku dalam kebahagiaan Firdaus.

UCAPAN KASIH UNTUK SEMUA ORANG TERSAYANG (TERMASUK ORANG YANG DIBELENGGU DOSA)
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: ‘Ibu, inilah, anakmu!‘ (Yohanes 19:26)

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Inilah ibumu!’ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yohanes 19:27)

Ucapan yg ketiga (Yohanes 19:25-27) menyatakan bahwa dalam diri Yesus tersedia bagi kita teladan luhur dari hati yang sedar dan tenang, untuk menenangkan dan menghibur hati kita. Walaupun sedang menanggung siksaan badani yang berat dan erangan batin yang dahsyat sekali, Yesus masih memikirkan Maria dan mempedulikan keperluan masa depan ibu-Nya itu. Hati Maria sedang dicincang oleh pedang (Lukas 2:35), tapi kata-kata Yesus yang lemah lembut penuh kasih memberi dia penghiburan dan kesembuhan.

UCAPAN PENDERITAAN ROHANI MENANGGUNG BEBAN DOSA MANUSIA JAHAT
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Ertinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’ (Matius 27:46)

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eloi, Eloi, lama sabakhtani?’, yang bererti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’ (Markus 15:34)

Ketiga ucapan pertama diucapkan pada waktu terang siang sebelum tengah hari. Ucapan yang keempat yg menimbulkan kengerian itu (Matius 27:46; Markus 15:34) mungkin diucapkan oleh Yesus pada saat kegelapan yang misterius dan supra-alami selama tiga jam

UCAPAN PENDERITAAN JASMANI SELAKU DALAM KEADAAN MANUSIA
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia-supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci-: “Aku haus!” (Yohanes 19:28)

Ucapan yg kelima (Yohanes 19:28) segera menyusuli ucapan yang keempat. Inilah satu-satunya ucapan yang mengungkapkan penderitaan badani. “Yesus menolak anggur bercampur mur yang diberikan” (Markus 15:22). Mengapa Ia menolak Mur ini?

Alkitab mencatat bahwa dalam peristiwa penyaliban ini, Yesus Kristus diberi 2 jenis minuman untuk penahan rasa sakit akibat kekejaman siksa salib:

1. Minuman anggur bercampur Mur (Markus 15:23)
2. Minuman anggur bercampur Empedu (Matius 27:34)

Ada kemungkinan bahwa Matius mengerti: anggur itu bercampur empedu, sedangkan menurut Markus: anggur itu bercampur mur (yang keduanya berfungsi mengurangkan rasa sakit/ ngeri), namun dapat pula keduanya diberikan kepada Yesus Kristus pada peristiwa penyaliban ini, dan keduanya pula ditolak-Nya. Alkitab mencatat bahwa Yesus menolak minuman itu, karena memang Dia secara sukarela menerima penderitaan salib sebagai jalan bagi-Nya untuk menyelamatkan manusia dari dosa (kematian korban). Yesus Kristus tidak mau menjalani siksaan salib dalam keadaan setengah sedar kerana kesan dari minuman itu, yang menandakan dimana Dia tidak secara sukarela menjalani siksaan yang merujuk kepada kematian untuk penebusan dosa kepada manusia. Penulis Injil mencatat peristiwa ini sebagai penggenapan Mazmur 69:21. Tetapi Yesus menerima minuman lain, yaitu anggur-asam / cuka yang merupakan minumam biasa bagi pekerja di ladang dan bagi tentera kelas rendah untuk membasahi kerongkongan dan bibir-Nya yg kering (Markus 15:36), sehingga Ia dapat berseru dengan suara nyaring.

UCAPAN KEMENANGAN
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Ucapan ini (Yohanes 19:30) adalah satu kata kerja bahasa Yunani yang sangat dalam artinya, yaitu tetelestai, Sudah selesai. Itu juga adalah seruan, tapi bukan seruan korban yg menyerah kalah, melainkan seruan Pemenang, yang sudah menyelesaikan tuntas tugas yang harus dilakukan-Nya, yang sudah menggenapi seluruh tuntutan Taurat, sekaligus pemenuhan nubuat dan lambang-lambang PL. Dalam ucapan kemanangan ini Yesus Kristus sudah mempersembahkan korban sekali yang sempurna sebagai pembayaran yang lunas atas dosa-dosa yang dilakukan manusia. Ia untuk semua, sekali untuk selamanya bagi pengampunan dosa (Ibrani 10:12).

UCAPAN PENYERAHAN
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.’ Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46)

Dalam ucapan terakhir (Lukas 23:46) Yesus mengutip Mazmur 31:5. Yang sungguh-sungguh ditebus menjadi saudara dari Penebus (Ibrani 2:11-13), sehingga pada saat menghembuskan nafas pun, mereka dapat mengucapkan kata-kata yang sama, tatkala mereka menyerahkan nyawanya ke dalam tangan Bapa. Banyak orang Kristian meninggal dengan ucapan terakhir seperti itu.

Penutup

  1. Ucapan pengampunan
  2. Ucapan keselamatan
  3. Ucapan kasih
  4. Ucapan penderitaan rohani
  5. Ucapan penderitaan jasmani
  6. Ucapan kemenangan
  7. Ucapan penyerahan.
Share Button

Tinggalkan Balasan

More Stories From Berita Terkini